Entri Populer

Jumat, 02 Desember 2011

Sebuah SURAT dari Pejuang Hamas (GAZA) Untuk negri INDONESIA

Beberapa waktu lalu, aku lagi jalan-jalan di "The Largest Indonesian Community". Yep! Kaskus tercinta, tiba-tiba nemu thread yang ngundang air mata nih. Langsung aja. Check it out!

“Untuk saudaraku di Indonesia, mengapa saya harus memilih dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia. Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?

Di saat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis dakwah dari jama’ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.

Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama’ah haji asal Gaza sejak tahun 1987 sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji dari negara kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian. Wah pasti uang kalian sangat banyak, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang memnunaikan ibadah haji yang kedua kalinya, Subhanallah.

Wahai saudaraku di Indonesia,

Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di Gaza ini, tidak dilahirkan di negri kalian saja. Pasti sangat indah dan mengagumkan. Negri kalian aman, kaya, dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negri kalian.

Pasti ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapoatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.

Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku, tidak seperti di negri kami ini. Tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah. Sehingga istri kami terpaksa melahirkan di atas mobil, ya di atas mobil saudaraku.!

Susu formula bayi adalah barang langka di Gaza sejak kami diblokade 2 tahun yang lalu, namun istri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga 2 tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar Asi mereka, istri kami rela minum air rendaman gandum.

Namun, mengapa di negri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya. Terkadang ditemukan mati di parit-parit, selokan, dan tempat sampah. Itu yang kami dapat dai informasi di televisi.

Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negri kalian adalah negri yang tertinggi kasus aborsinya untuk wilayah Asia. Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina seperti itu? Sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami disini.

Memeang hampir setiap hari di Gaza sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati. Namun, bukanlah di selokan-selokan atau got-got apalagi di tempat sampah. Mereka mati syahid saudaraku! Mati syahid karena serangan roket tentara Israel!

Kami temukan mereka tak bernyawa lagi di pangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan Zionis Israel. Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah aset perjuangan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan negri ini.

Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 Desember 2009 kemarin, saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 di antaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru di jalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!

Wahai saudaraku di Indonesia,

Negri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena sulit mencari rizki disana? Apa negri kalian diblokade juga?

Perlu kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi, apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade. Sungguh kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai tata usaha di kantor pemerintahan HAMAS sudah 7 bulan ini belum menerima gaji bulanan saya. Tetapi Allah SWT yang akan mencukupkan rizki untuk kami.

Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Ya, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel. Mereka mengucapkan akad nikah diantara bunyi letupan bom dan peluru, saudaraku.

Dan Perdana Menteri kami, Ust Isma’il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.

Wahai saudaraku di Indonesia,

Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqah pembinaan di negri antum (anda). Seperti yang diceritakan teman saya, program pengajian kalian pasti bagus, banyak kitab mungkin yang kalian yang telah baca. Dan banyak buku-buku pasti sudah kalian baca. Kalian pun bersemangat kan? Itu karena kalian punya waktu.

Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini. Satu jam, ya satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqah. Setelah itu kami harus terjun ke lapangan jihad, sesuai dengan tugas yang diberikan kepada kami.

Kami disini sangan menanti-nantikan saat halaqah tersebut walau hanya satu jam. Tentu kalian lebih bersyukur. Kalian punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqah, seperti ta’aruf, tafahum, dan takaful disana.

Halafalan antum pasti lebih banyak daripada kami. Semua pegawai dan pejuang HAMAS disini wajib menghapal Surah Al-Anfal sebagai nyanyian perang kami, saya menghafal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana dengan kalian?

Akhir Desember kemarin, saya menghadiri acar wisuda penamatan hafalan 30 Juz anakku yang pertama. Ia merupakan diantara 1000 anak yang tahun ini menghafal Al-Qur’an dan umurnya baru 10 tahun. Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal Al-Qur’an ketimbang anak-anak kimi disini. Di Gaza tidak ada SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) seperti di tempat kalian yang menyebar seperti jamur di musim hujan. Disini anak-anak belajar diantara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun kurma. Ya, di tempat itu mereka belajar, saudaraku. Bunyi suara setoran hafalan Al-Qur’an mereka bergemuruh dianatara bunyi-bunyi senapan tentara Israel. Ayat-ayat jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung mereka rasakan.

Oh iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia. Kami menyaksikan aksi demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur. Karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini.

Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami disini, termasuk kalian yang di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan , saudaraku. Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhwah kalian kepada kami. Doa-doa dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.

Oh iya, hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telpon dan fax yang masuk. Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi. Salam untuk semua pejuang-pejuang Islam dan ulama-ulama kalian.

Abdullah Al Ghaza

Kamis, 01 Desember 2011

Agama Albert Einstein, Seorang Yahudi Ataukah Muslim Syiah?

Ilmuwan besar dunia Albert Einstein sejak lama diduga menganut Judaisme, agama kaum Yahudi. Namun, ada klaim yang menyatakan ilmuwan nyentrik itu sebenarnya adalah Muslim. Mana yang benar? Klaim yang beredar di blog-blog Tanah Air ini menyebutkan adanya dokumen rahasia yang berisi surat-surat Einsten. Surat tersebut menunjukkan, ilmuwan kelahiran Jerman penemu teori relativitas ini, menganut Islam Syiah Imamiyah.

Telisik dari laporan situs mouood.org, pada 1954, Einstein menyurati marji besar Syiah kala itu, Ayatollah Al Udzma Sayid Hossein Boroujerdi. “Setelah berkorespondensi dengan anda, saya menerima agama Islam dan mazhab Syiah 12 Imam,” tulis Einstein. Einstein menjelaskan, Islam lebih utama ketimbang agama lain. Serta menyebutnya paling sempurna dan rasional. Ia bahkan menyatakan seluruh dunia takkan mampu membuatnya kecewa terhadap Islam maupun meragukannya.

Dalam makalah terakhirnya, ‘Die Erklarung’ (Deklarasi) yang ditulis pada tahun tersebut di Amerika Serikat (AS), Einstein dalam bahasa Jerman menelaah teori relativitas dalam ayat-ayat Al Quran dan ucapan Imam Ali bin Abi Thalib dalam kitab Nahjul Balaghah. Einstein menyebut penjelasan Imam Ali tentang mimpi perjalanan Mi’raj jasmani Nabi Muhammad ke langit dan alam malaikat yang hanya dilakukan dalam beberapa detik, sebagai penjelasan Imam Ali yang paling bernilai.
Ada sebuah hadis yang disadur Einstein dan menjadi andalannya. Yakni diriwayatkan oleh Allamah Majlisi tentang Mi’raj jasmani Rasulullah SAW. “Ketika terangkat dari tanah, pakaian atau kaki Nabi menyentuh sebuah berisi air yang menyebabkan air tumpah.” “Setelah Nabi kembali dari mikraj jasmani, setelah melalui berbagai zaman, beliau melihat air masih dalam keadaan tumpah di atas tanah.” Einstein melihat hadis ini sebagai khazanah keilmuan yang berharga.
Terutama karena menjelaskan keilmuan para Imam Syiah dalam relativitas waktu. Menurut Einstein, formula matematika kebangkitan jasmani, berbanding terbalik dengan formula terkenal relativitas materi dan energi. Yakni E=M.C >> M=E:C. Artinya, sekalipun badan kita berubah menjadi energi ia dapat kembali hidup seperti semula. Naskah asli risalah ini tersembunyi dalam safety box rahasia di London, Inggris, di tempat penyimpanan Prof. Ibrahim Mahdavi, dengan alasan keamanan.
Risalah ini dibeli Mahdavi seharga US$3 juta dari pedagang Yahudi. Ia juga dibantu seseorang yang bekerja di pabrik mobil Mercedes Benz. Tulisan tangan Einstein di buku kecil itu telah dicek lewat komputer dan dibuktikan keasilannya oleh pakar manuskrip. Perdebatan agama Einstein telah sekian lama dipelajari karena pernyataan sang ilmuwan sendiri juga sering ambigu. Ia dikabarkan mempercayai Judaisme, agama yang berakar dari filsuf Belanda Baruch de Spinoza. Namun, tak menganut konsep Tuhan yang Maha Esa.
Adapun pemikiran Spinoza yang terkenal adalah ajaran mengenai Substansi tunggal Allah atau alam. Baginya, Tuhan dan alam semesta adalah satu dan Tuhan memiliki bentuk, yakni seluruh alam jasmaniah. Aliran ini disebut panteisme-monistik. Terkait keyakinan yang dianutnya, Einstein sempat mengatakan, “Saya tak mempercayai Tuhan secara personal dan selalu menyatakan hal ini dengan jelas. Jika ada sesuatu dalam saya yang bisa dibilang relijius, maka itu kekaguman saya terhadap struktur dunia yang sejauh ini bisa diungkap sains,” tegasnya.


Jadi, sudah bisa ditarik kesimpulannya bukan?  Bagaimana menurut Anda?

Paradoks Popularitas

Apa yang anda pikirkan jika mendengar "POPULARITAS"?

Beberapa akan berpikir tentang kesenangan, dan orang-orang yang memuja dan memuji anda. Namun kenyataannya, popularitas malah lebih sering menyiksa daripada memberikan kesenangan.


MENGAPA?
Karena sudah menjadi hukum alam bahwa: SEMAKIN ANDA POPULER, SEMAKIN BANYAK PERHATIAN YANG TERTUJU PADA ANDA. Okey! Mungkin pada awalnya itu akan menyenangkan dengan banyak orang yang mengenal anda atau banyak link yang bisa membantu. tapi, lama kelamaan, popularitas perlahan-lahan membunuh kebebasan anda karena banyak orang yang mengikuti kehidupan anda. Bahkan, bukannya tidak mungkin, mereka akan mengganggu kehidupan anda yang paling pribadi.

Well, masih berpikir popularitas itu nggak punya sisi negatif? Read this!

Lama kelamaan, sahabat anda akan menjauh, seiring kepopuleran anda. Karena nggak ada manusia yang nggak punya  rasa iri. Justru kepopuleran bisa membuat anda tak punya sahabat yang bisa dipercaya. Well, memang kepopuleran itu baik, tapi TIDAK jika berlebihan.

Masih mau populer? Terserah ente, Gan! Yang penting jaga attitude, pelihara persahabatan ye!

Senin, 21 November 2011

Sahabat Antagonisme

Kita yang terpisah
Dalam idealisme dan egoisme
Temukan diri dalam sisi lain persahabatan
Engkau lupakan arti sejati sahabat jiwa
Dalam manis kemenangan sesaat

Inilah kehidupan
Yang telah kau injak tanpa makna
Inilah persahabatan
Yang kau buang tanpa daya
Inilah aku
Pemberontak dalam kesedihan
Pembangkang pada hukum alam

Perih Terindah

Dalam batas ruang dan waktu
Yang mengingatkanku akan dirimu
Yang bekukan aku di tengah padang kebijakan
Dalam semesta tanpa tepi

Kamu
Yang terpatri dalam hatiku
Tanpa sisakan gores kepedihan

Kamu
Yang membunuh rasa
Dan mencuri jiwa
Yang bertahan
Dalam kepedihan

Aku dalam sisi kelam kehidupan
Yang menerbitkan seribu kata sendu
Karena dirimu
Untuk dirimu

Akulah Aku

Aku
Yang berkata ya pada semua hal baru
Yang mencoba berdiri
Walau pedih tanpa hadirmu

Aku
Seorang biasa
Yang bermimpi di atas dunia
Yang terjatuh untuk kembali

Aku
Yang mencoba merebut kembali
Tahta dalam hatimu
Dalam semua hati yang pilu
Di atas dunia

Aku
Yang terhanyut dalam relativitas waktu
Dan mengalir sejumlah kata
Dalam area kelabu di samping hati

Aku
Yang bukan siapa-siapa

Untuk Mimpiku

Hari ini
Aku memandang diriku sendiri
Seseorang yang mencoba
Temukan dirinya
Seseorang yang mencoba
Bangkit ketika terjatuh
Dan membela mimpinya di tengah dunia
Di tengah sorakan merendahkan

Di sinilah aku
Di tengah dunia tanpa batas
Bersamamu
Bersama mimpiku

Jeritan Jiwa

Saat kita berdiri bersama
Dengan satu cinta
Dalam satu jiwa
Bersama kita tertawa
Walau kita terluka

Ku tau kau pun ingin menjerit
Lepaskan semua beban di dalam jiwa
Walau mereka tak pernah peduli
Tentang semua derita buat kita tersiksa

Jangan pernah menyerah
Teruslah kau mencoba
Raih langit tertinggi
Kita cerahkan hari
Jangan kau takut kawan
Aku kan slalu ada di sini

Bersama daki gunung tertinggi
Hancurkan ekspektasi minor di dalam diri
Genggam tanganku kawan
Bersiaplah untuk raih langit tertinggi

Kesejatian Diri

Dalam pesta kesendirian
Dalam hiruk pikuk ketidakpedulian
Aku termenung
Aku merenung
Mencoba meraih hakikat sejati seorang manusia
Mencoba keluar dari kesepian

Aku mencoba ketidakmungkinan
Mencoba membunuh waktu
Mencoba melawan diriku sendiri
Memutar balik semua hukum alam

Kini aku sendiri
Aku mencoba meraih jawaban atas segala tanya di jiwa
Mengapa mereka berpaling
Mengapa aku tak sempurna
Akankah mereka tetap setia di sisiku hingga saatnya tiba

Kini aku pun tahu
Inilah aku
Hanya sesosok manusia yang berada ditengah kerasnya hempasan jaman
Dan aku mencoba membiarkan cahaya itu menerangiku

Dan aku tersadar
Aku tidak sempurna
Aku adalah aku
Aku bukan kamu
Aku bukan kalian
Aku bukan dia
Aku bukan mereka
Aku tetaplah aku

Pertempuran Sunyi

Kita terpaku tanpa kata
Dalam hangat sunyi senyap
Dalam keindahan tanpa makna
Dalam kemenangan yang tak bijaksana

Hanya kau dan aku
Akan selesaikan pertempuran kita dan mereka
Dalam detak waktu
Yakinlah kita kan menang
Walau mereka berkata untuk jatuhkan kita
Tak usah dengarkan kata-kata minor yang bersahutan
Bersama hadapi semua
Dan tak pernah mundur
Dalam api semangat yang tak mudah padam

Pengkhianatan tak kan runtuhkan kita
Karena kita bisa
Dan kita percaya
Kita tidak pernah sendiri

Hidup Itu Pilihan

Aku berdiri disini
Di depan pintu hatimu yang mungkin akan tertutup untuk selamanya
Keyakinan diriku tergoncang
Untuk memilih tetap berdiri tegak
Atau tinggalkan tempatku untuk cari jalan lurus yang lain

Hidup tidak hanya bangkit atau terinjak
Hidup itu seperti sebuah labirin
Surga dari jalan yang buatmu tersudut
Tapi lebih dari seribu jalan untuk mencapai bahagia

Aku tahu
Aku harus bangkit menuju hangat sang mentari
Karena hidup penuh warna
Karena hidup itu pilihan

Keindahan Terakhir

Hanya waktu yang bisa luluhkan hatiku
Tenggelam dalam kegelapan cinta
Buat pikiranku terbang melayang
Tinggalkan rasionalitas

Tapi hatiku masih tetap teguh
Inilah aku
Hanya sesosok manusia yang mencoba berkarya
Menggoreskan namanya dalam lembaran panjang sejarah dunia

Kusambut setiap pagi yang datang
Walau mungkin itu pagi terakhir aku merasakan hangat sang mentari
Walau mungkin itu hembusan nafas terakhirku
Izinkan aku alunkan kata-kata terakhir
Dalam untaian nada-nada kehidupan
Bersama indahnya sang waktu
Dalam hangatnya cinta
Dalam bara cita-cita
Dan kehausan jiwa akan cinta cita dan harapan..

Aku Tak Sempurna

Aku tahu aku tak sempurna
Yang hanya milik Yang Maha Kuasa
Maafkan aku yang tak bisa bahagiakan dirimu
Karena hatiku semu
Tapi bersamamu
Kutemukan arti hidupku
Dan tanpamu aku termenung
Sesali hidupku yang hanya sesaat

Aku pun tak bisa mencegahmu untuk tinggalkanku
Walaupun aku tak mau
Aku tak kuasa
Aku tahu kau pantas dapatkan yang lebih baik
Walau hatiku harus remuk

Tapi esok
Aku berdiri tegak
Ku hapus air mata dan menentang sang waktu
Aku siap hadapi kehidupan


Sahabat Hari Esok

Bernyanyilah untuk masa muda kita
Berjuanglah untuk menghiasnya
Dengan tanda keemasan hasil perjuangan
Hargai apa yang kita miliki sebelum ia meninggalkan kita

Tentukan pilihan
Teguhkan hatimu
Kita akan bertempur kawan
Demi lunakkan keras kehidupan
Hanya kita dalam cita dan cerita
Dalam hempasan sang waktu
Nyanyikanlah lagu tentang persahabatan kita

Aku tak tahu
Apaka esok aku masih bisa berdiri di sisimu
Karna maut tak pernah beritau kita tentang waktunya
Berjuanglah sekuat hatimu
Air mata dan darahmu takkan sia-sia
Rasa sakit itu akan berimu bahagia
Jika kau pilih jalan yang benar

Ilusi Waktu

Jika kupandang langit biru
Kutemukan diriku dalam kesunyian
Dan aku tahu aku sendiri
Tapi bintangku belum hilang
Ia masih terangiku dalam gelap malam
Waktuku pun masih panjang

Aku terbuai dalam ilusi sang waktu
Dan kutemukan jati diri dalam kelamnya malam
Aku masih beridir tegak menantang hari esok
Deburan ombak sadarkan aku tentang arti keidupan
Hanya hembus angin malam sejukkan hatiku

Aku tak tahu harus menangis atau tertawa
Aku hanya nikmati hidup
Nikmati sisa sang waktu
Telah aku temukan jiwa yang hilang
Dan aku bertanya
Bisakah aku temukan sahabat sejati
Tuk temaniku dalam arungi kerasnya masa
Dan hadapi kelamnya kehidupan semu

Pilih Jalanmu

Ketika kau jatuh dan terbelenggu
Harapan yang pupus alihkan haluan hidupmu
Tenanglah kawan
Kau tidak sendiri
Aku di sini hadapi semuanya denganmu

Raih jalanmu yang akan menentukan
Gagal atau kecewa yang kau raih
Walau aku tak ada di hatimu
Itu bukan masalah karena aku masih ada untukmu
Hanya kita dalam sejuta rasa kehidupan

Tenanglah kawan
Waktumu masih panjang
Sang waktu masih bergulir
Yakinlah jalanmu kan berimu manis kehidupan
Walau darahku harus menetes keluar untuk itu
Tapi itulah hidup
Yang takkan terasa manis
Tanpa pahit dan kelamnya pengorbanan

Kita Bersama

Tenanglah
Karna ku tau engkau bimbang
Hadapi persimpangan yang hancurkan akal
Tapi aku tau kita bisa
Karna kita selalu bersama dan saling percaya

Api yang tak menghancurkan
Namun melahirkan kembali semua yang telah remuk
Hanya waktu yang bisa menjawab misteri hidupmu
Dan yakinlah
Saat itu akan tiba
Kita buktikan pada dunia
Bahwa kita bisa dan kita ada untuk menang

Genggam erat tanganku dan teruslah maju
Jangan berpaling dari tujuan hidupmu
Yakinlah kita bisa hadapi semuanya
Walau harapan sesaat tlah sirna
Tapi esok masih ada
Kita bisa dan kita akan menang

Bersama Waktu

Nikmati sisa waktu selagi ku bisa
Sebelum ku pergi bersama sang waktu
Yang terus bergulir hingga saatnya tiba
Hingga saat semua kan berakhir

Dan biarkan ku pergi
Walau harus kuteteskan air mata
Pertumpahan darah takkan sia-sia
Kan memanduku menuju cahaya

Walau ku tau ku tak ingin
Tapi ku harus
Aku tak bisa miliki semuanya…
Selamanya

Jangan menangis untukku
Simpan saja air matamu
Aku masih ada untukmu
Di sini
Di sisimu

Percayalah

Aku dan kamu dalam gelapnya kehangatan
Nikmati waktu yang masih tersisa

Percayalah…
Kita tidak sendiri
Jalan kita masih panjang

Kita kan hadapi kepalsuan ini
Tentang cara yang kita pakai untuk hadapi semuanya
Cara yang menentukan
Akan bahagia atau gagal yang kita temukan
Namun kamu tidak sendiri
Genggam erat tanganku
Jangan pikirkan hari esok jalani saja hidupmu
Percayalah…
Aku masih di sisimu….

Ini Hidup Kita


Aku tahu aku tidak bisa menahanmu
Untuk jalani hidupmu atau raih kembali masa lalumu
Tapi percayalah…
Aku tidak pernah ingin meninggalkanmu
Walau dalam kelemahanku
Aku tak takut berlari dalam kelam kisah kita

Aku melihatmu bersama ingatan tentang mereka
Kini dengarkan aku…
Bangun dan jangan takut
Atau jatuh dan terbelenggu
Tanpa bisa berkata-kata

Aku tidak takut dalam kerasnya dunia
Aku tidak takut untuk hadapi mereka
Sekarang kita hadapi persimpangan
Tapi percayalah kita kan menang


Minggu, 20 November 2011

Introduction

Hello! Saya baru di dunia blog (?), dan ini adalah perkenalan saya....

Kepada kalian para remaja (yang artinya kalian sama seperti saya), kita adalah generasi masa depan yang menjadi harapan namun seringkali diremehkan. Padahal, di pundak kitalah tanggung jawab atas masa depan dunia ini diserahkan. Beberapa dari mereka bilang kita tidak punya semangat untuk menapaki hidup baru, namun kini saatnya buktikan pada mereka bahwa kita adalah masa depan, dan kita punya semangat untuk mengubah dunia menjadi lebih baik lagi. Saatnya kita mengganti jiwa yang sudah lama dengan semangat kita yang berapi-api! Well, cukup sekian pembukaannya.

PS: Keep fighting, Friend!