Entri Populer

Senin, 21 November 2011

Sahabat Antagonisme

Kita yang terpisah
Dalam idealisme dan egoisme
Temukan diri dalam sisi lain persahabatan
Engkau lupakan arti sejati sahabat jiwa
Dalam manis kemenangan sesaat

Inilah kehidupan
Yang telah kau injak tanpa makna
Inilah persahabatan
Yang kau buang tanpa daya
Inilah aku
Pemberontak dalam kesedihan
Pembangkang pada hukum alam

Perih Terindah

Dalam batas ruang dan waktu
Yang mengingatkanku akan dirimu
Yang bekukan aku di tengah padang kebijakan
Dalam semesta tanpa tepi

Kamu
Yang terpatri dalam hatiku
Tanpa sisakan gores kepedihan

Kamu
Yang membunuh rasa
Dan mencuri jiwa
Yang bertahan
Dalam kepedihan

Aku dalam sisi kelam kehidupan
Yang menerbitkan seribu kata sendu
Karena dirimu
Untuk dirimu

Akulah Aku

Aku
Yang berkata ya pada semua hal baru
Yang mencoba berdiri
Walau pedih tanpa hadirmu

Aku
Seorang biasa
Yang bermimpi di atas dunia
Yang terjatuh untuk kembali

Aku
Yang mencoba merebut kembali
Tahta dalam hatimu
Dalam semua hati yang pilu
Di atas dunia

Aku
Yang terhanyut dalam relativitas waktu
Dan mengalir sejumlah kata
Dalam area kelabu di samping hati

Aku
Yang bukan siapa-siapa

Untuk Mimpiku

Hari ini
Aku memandang diriku sendiri
Seseorang yang mencoba
Temukan dirinya
Seseorang yang mencoba
Bangkit ketika terjatuh
Dan membela mimpinya di tengah dunia
Di tengah sorakan merendahkan

Di sinilah aku
Di tengah dunia tanpa batas
Bersamamu
Bersama mimpiku

Jeritan Jiwa

Saat kita berdiri bersama
Dengan satu cinta
Dalam satu jiwa
Bersama kita tertawa
Walau kita terluka

Ku tau kau pun ingin menjerit
Lepaskan semua beban di dalam jiwa
Walau mereka tak pernah peduli
Tentang semua derita buat kita tersiksa

Jangan pernah menyerah
Teruslah kau mencoba
Raih langit tertinggi
Kita cerahkan hari
Jangan kau takut kawan
Aku kan slalu ada di sini

Bersama daki gunung tertinggi
Hancurkan ekspektasi minor di dalam diri
Genggam tanganku kawan
Bersiaplah untuk raih langit tertinggi

Kesejatian Diri

Dalam pesta kesendirian
Dalam hiruk pikuk ketidakpedulian
Aku termenung
Aku merenung
Mencoba meraih hakikat sejati seorang manusia
Mencoba keluar dari kesepian

Aku mencoba ketidakmungkinan
Mencoba membunuh waktu
Mencoba melawan diriku sendiri
Memutar balik semua hukum alam

Kini aku sendiri
Aku mencoba meraih jawaban atas segala tanya di jiwa
Mengapa mereka berpaling
Mengapa aku tak sempurna
Akankah mereka tetap setia di sisiku hingga saatnya tiba

Kini aku pun tahu
Inilah aku
Hanya sesosok manusia yang berada ditengah kerasnya hempasan jaman
Dan aku mencoba membiarkan cahaya itu menerangiku

Dan aku tersadar
Aku tidak sempurna
Aku adalah aku
Aku bukan kamu
Aku bukan kalian
Aku bukan dia
Aku bukan mereka
Aku tetaplah aku

Pertempuran Sunyi

Kita terpaku tanpa kata
Dalam hangat sunyi senyap
Dalam keindahan tanpa makna
Dalam kemenangan yang tak bijaksana

Hanya kau dan aku
Akan selesaikan pertempuran kita dan mereka
Dalam detak waktu
Yakinlah kita kan menang
Walau mereka berkata untuk jatuhkan kita
Tak usah dengarkan kata-kata minor yang bersahutan
Bersama hadapi semua
Dan tak pernah mundur
Dalam api semangat yang tak mudah padam

Pengkhianatan tak kan runtuhkan kita
Karena kita bisa
Dan kita percaya
Kita tidak pernah sendiri

Hidup Itu Pilihan

Aku berdiri disini
Di depan pintu hatimu yang mungkin akan tertutup untuk selamanya
Keyakinan diriku tergoncang
Untuk memilih tetap berdiri tegak
Atau tinggalkan tempatku untuk cari jalan lurus yang lain

Hidup tidak hanya bangkit atau terinjak
Hidup itu seperti sebuah labirin
Surga dari jalan yang buatmu tersudut
Tapi lebih dari seribu jalan untuk mencapai bahagia

Aku tahu
Aku harus bangkit menuju hangat sang mentari
Karena hidup penuh warna
Karena hidup itu pilihan

Keindahan Terakhir

Hanya waktu yang bisa luluhkan hatiku
Tenggelam dalam kegelapan cinta
Buat pikiranku terbang melayang
Tinggalkan rasionalitas

Tapi hatiku masih tetap teguh
Inilah aku
Hanya sesosok manusia yang mencoba berkarya
Menggoreskan namanya dalam lembaran panjang sejarah dunia

Kusambut setiap pagi yang datang
Walau mungkin itu pagi terakhir aku merasakan hangat sang mentari
Walau mungkin itu hembusan nafas terakhirku
Izinkan aku alunkan kata-kata terakhir
Dalam untaian nada-nada kehidupan
Bersama indahnya sang waktu
Dalam hangatnya cinta
Dalam bara cita-cita
Dan kehausan jiwa akan cinta cita dan harapan..

Aku Tak Sempurna

Aku tahu aku tak sempurna
Yang hanya milik Yang Maha Kuasa
Maafkan aku yang tak bisa bahagiakan dirimu
Karena hatiku semu
Tapi bersamamu
Kutemukan arti hidupku
Dan tanpamu aku termenung
Sesali hidupku yang hanya sesaat

Aku pun tak bisa mencegahmu untuk tinggalkanku
Walaupun aku tak mau
Aku tak kuasa
Aku tahu kau pantas dapatkan yang lebih baik
Walau hatiku harus remuk

Tapi esok
Aku berdiri tegak
Ku hapus air mata dan menentang sang waktu
Aku siap hadapi kehidupan


Sahabat Hari Esok

Bernyanyilah untuk masa muda kita
Berjuanglah untuk menghiasnya
Dengan tanda keemasan hasil perjuangan
Hargai apa yang kita miliki sebelum ia meninggalkan kita

Tentukan pilihan
Teguhkan hatimu
Kita akan bertempur kawan
Demi lunakkan keras kehidupan
Hanya kita dalam cita dan cerita
Dalam hempasan sang waktu
Nyanyikanlah lagu tentang persahabatan kita

Aku tak tahu
Apaka esok aku masih bisa berdiri di sisimu
Karna maut tak pernah beritau kita tentang waktunya
Berjuanglah sekuat hatimu
Air mata dan darahmu takkan sia-sia
Rasa sakit itu akan berimu bahagia
Jika kau pilih jalan yang benar

Ilusi Waktu

Jika kupandang langit biru
Kutemukan diriku dalam kesunyian
Dan aku tahu aku sendiri
Tapi bintangku belum hilang
Ia masih terangiku dalam gelap malam
Waktuku pun masih panjang

Aku terbuai dalam ilusi sang waktu
Dan kutemukan jati diri dalam kelamnya malam
Aku masih beridir tegak menantang hari esok
Deburan ombak sadarkan aku tentang arti keidupan
Hanya hembus angin malam sejukkan hatiku

Aku tak tahu harus menangis atau tertawa
Aku hanya nikmati hidup
Nikmati sisa sang waktu
Telah aku temukan jiwa yang hilang
Dan aku bertanya
Bisakah aku temukan sahabat sejati
Tuk temaniku dalam arungi kerasnya masa
Dan hadapi kelamnya kehidupan semu

Pilih Jalanmu

Ketika kau jatuh dan terbelenggu
Harapan yang pupus alihkan haluan hidupmu
Tenanglah kawan
Kau tidak sendiri
Aku di sini hadapi semuanya denganmu

Raih jalanmu yang akan menentukan
Gagal atau kecewa yang kau raih
Walau aku tak ada di hatimu
Itu bukan masalah karena aku masih ada untukmu
Hanya kita dalam sejuta rasa kehidupan

Tenanglah kawan
Waktumu masih panjang
Sang waktu masih bergulir
Yakinlah jalanmu kan berimu manis kehidupan
Walau darahku harus menetes keluar untuk itu
Tapi itulah hidup
Yang takkan terasa manis
Tanpa pahit dan kelamnya pengorbanan

Kita Bersama

Tenanglah
Karna ku tau engkau bimbang
Hadapi persimpangan yang hancurkan akal
Tapi aku tau kita bisa
Karna kita selalu bersama dan saling percaya

Api yang tak menghancurkan
Namun melahirkan kembali semua yang telah remuk
Hanya waktu yang bisa menjawab misteri hidupmu
Dan yakinlah
Saat itu akan tiba
Kita buktikan pada dunia
Bahwa kita bisa dan kita ada untuk menang

Genggam erat tanganku dan teruslah maju
Jangan berpaling dari tujuan hidupmu
Yakinlah kita bisa hadapi semuanya
Walau harapan sesaat tlah sirna
Tapi esok masih ada
Kita bisa dan kita akan menang

Bersama Waktu

Nikmati sisa waktu selagi ku bisa
Sebelum ku pergi bersama sang waktu
Yang terus bergulir hingga saatnya tiba
Hingga saat semua kan berakhir

Dan biarkan ku pergi
Walau harus kuteteskan air mata
Pertumpahan darah takkan sia-sia
Kan memanduku menuju cahaya

Walau ku tau ku tak ingin
Tapi ku harus
Aku tak bisa miliki semuanya…
Selamanya

Jangan menangis untukku
Simpan saja air matamu
Aku masih ada untukmu
Di sini
Di sisimu

Percayalah

Aku dan kamu dalam gelapnya kehangatan
Nikmati waktu yang masih tersisa

Percayalah…
Kita tidak sendiri
Jalan kita masih panjang

Kita kan hadapi kepalsuan ini
Tentang cara yang kita pakai untuk hadapi semuanya
Cara yang menentukan
Akan bahagia atau gagal yang kita temukan
Namun kamu tidak sendiri
Genggam erat tanganku
Jangan pikirkan hari esok jalani saja hidupmu
Percayalah…
Aku masih di sisimu….

Ini Hidup Kita


Aku tahu aku tidak bisa menahanmu
Untuk jalani hidupmu atau raih kembali masa lalumu
Tapi percayalah…
Aku tidak pernah ingin meninggalkanmu
Walau dalam kelemahanku
Aku tak takut berlari dalam kelam kisah kita

Aku melihatmu bersama ingatan tentang mereka
Kini dengarkan aku…
Bangun dan jangan takut
Atau jatuh dan terbelenggu
Tanpa bisa berkata-kata

Aku tidak takut dalam kerasnya dunia
Aku tidak takut untuk hadapi mereka
Sekarang kita hadapi persimpangan
Tapi percayalah kita kan menang


Minggu, 20 November 2011

Introduction

Hello! Saya baru di dunia blog (?), dan ini adalah perkenalan saya....

Kepada kalian para remaja (yang artinya kalian sama seperti saya), kita adalah generasi masa depan yang menjadi harapan namun seringkali diremehkan. Padahal, di pundak kitalah tanggung jawab atas masa depan dunia ini diserahkan. Beberapa dari mereka bilang kita tidak punya semangat untuk menapaki hidup baru, namun kini saatnya buktikan pada mereka bahwa kita adalah masa depan, dan kita punya semangat untuk mengubah dunia menjadi lebih baik lagi. Saatnya kita mengganti jiwa yang sudah lama dengan semangat kita yang berapi-api! Well, cukup sekian pembukaannya.

PS: Keep fighting, Friend!